Bakam, 29 Oktober 2024 – Dosen dan mahasiswa Jurusan Pertanian, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB) mengadakan pelatihan "In House Training Inovasi Teknologi Berkelanjutan: Pemanfaatan Limbah Sawit untuk Budidaya Tanaman di Lahan Pasca Tambang Timah" di SMA Negeri 1 Bakam. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempraktikkan teknologi pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi serta media budidaya tanaman yang ramah lingkungan.Dr. Tri Lestari, dosen FPPK UBB, bersama mahasiswa jurusan pertanian bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Dalam pemaparannya, Dr. Tri Lestari menjelaskan tentang potensi limbah sawit yang sering dianggap sebagai limbah biasa, namun sebenarnya memiliki nilai tambah jika diolah dengan tepat. Limbah sawit dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat kompos, kompos blok, dan pupuk organik cair (POC), yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya tanaman di lahan-lahan yang telah mengalami degradasi akibat penambangan timah. Para peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Bakam diberikan kesempatan untuk mengikuti praktik langsung pengolahan limbah sawit menjadi berbagai produk yang bermanfaat. Praktik tersebut meliputi:
- Pembuatan Kompos: Limbah sawit diproses menjadi kompos yang dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman.
- Pembuatan Kompos Blok: Teknik ini menghasilkan media tanam berbentuk blok yang praktis untuk diaplikasikan langsung ke lahan.
- Pembuatan POC (Pupuk Organik Cair): Limbah sawit diolah menjadi pupuk organik cair yang kaya akan nutrisi dan mudah diserap oleh tanaman.
- Soil Blok Media Semai: Pembuatan soil blok atau blok tanah yang cocok sebagai media semai bagi bibit tanaman. Produk ini sangat cocok untuk rehabilitasi lahan dan bermanfaat dalam penghematan air serta menjaga kelembaban tanah.
Kegiatan ini dihadiri oleh siswa kelas 10-12 SMA Negeri 1 Bakam, guru-guru, dan para tamu undangan lainnya. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif bertanya dan terlibat langsung dalam proses pembuatan produk limbah sawit tersebut. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan bagi siswa, serta mendorong mereka untuk memanfaatkan sumber daya lokal sebagai solusi ramah lingkungan.Dr. Tri Lestari mengungkapkan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan pemahaman baru bagi para siswa mengenai pemanfaatan limbah sawit dan aplikasi teknologi pertanian berkelanjutan, khususnya di wilayah pasca tambang. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong minat generasi muda untuk mengembangkan inovasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa mendatang. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan SMA Negeri 1 Bakam dapat menjadi pionir dalam penerapan praktik pertanian berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar tentunya dengan sinergi bersama Universitas Bangka Belitung.
