Krisan yang dikenal dengan nama Chrysantemum merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga dataran tinggi yang sangat terkenal dan memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi di Indonesia serta mempunyai prospek pemasaran cerah. Tanaman krisan selain menghasilkan bunga potong dan tanaman hias bunga pot yang dimanfaatkan untuk memperindah ruangan dan menyegarkan suasana, juga mampu menghasilkan minyak astiri yang mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan. Agribisnis komoditas ini di negara Indonesia telah mendapat perhatian lebih dalam beberapa dekade terakhir. Sejak 2006, krisan telah mengambil alih mawar sebagai bunga potong segar domestik yang paling laku dipasaran dan meningkatkan kontribusi florikultura lebih dari 9 triliun rupiah pada tahun 2015 (Kurniasih et.al 2016).
Potensi krisan sebagai bunga hias di Indonesia yang terus meningkat setiap tahun, belum dirasakan oleh masyarakat yang tinggal pada daerah dataran rendah, salah satunya adalah Bangka Belitung. Ketinggian dataran di Bangka Belitung belum memenuhi syarat sebagai tempat tumbuh krisan yang baik, yaitu pada ketinggian tempat 700m–1200m dpl dengan suhu udara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman krisan adalah 200C– 260C. Sedangkan Bangka Belitung memiliki dataran rendah rata-rata sekitar 50 m dengan suhu yang cukup tinggi dan kelembaban yang rendah.
Di Bangka Belitung, prospek budidaya tanaman krisan untuk beberapa tahun kedepan memiliki potensi yang cukup strategis, mengingat Bangka Belitung akan menjadi pusat pariwisata karena keindahan pantainya. Dengan kondisi seperti ini peningkatan pembangunan perhotelan akan terus dilakukan dan pastinya memerlukan tanaman hias potong segar dan pot untuk dekorasi di setiap sudut ruangan. Jika di Bangka saja mampu memenuhi permintaan bunga potong krisan tanpa harus impor dari wilayah jawa, maka ini akan menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Selain itu adanya permintaan dikalangan mahasiswa yang ada di Bangka untuk event-even tahunan seperti wisuda serta sofenir nikahan yang anti-mainstream, menambah peluang bisnis tanaman krisan.
Selly Regita Lestiana (21th) Mahasiswai Jurusan Agroteknologi angkatan 2014 Universitas Bangka Belitung, melakukan research nya dalam meneyelasikan tugas akhir menjawab persoalan kondisi Bangka Belitung yang ternyata pada hasilnnya bisa untuk di kembangkan tanaman dataran tinggi yaitu krisan. Selly memaparkan bahwa penelitian yang ia ambil sebagai tugas akhir ini berawal dari Kuliah Lapanga nya disemster 5 di Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) Cianjur Jawa Barat. “Dari sana saya mulai jatuh cinta dengan keindahan krisan, rasanya adem banget ketika memandangnya. Dan saya mempunyai keinginan untuk menegmbangkan tanaman ini di daerah saya berasal” papar nya.
Alhasil, setelah beberapa kali terjatuh untuk melakukan penelitian ini karena harus mengulang penelitian karena ketiadak cocokan iklim tumbuh, belum lagi dana yang dikeluarkan tidak sedikit, serta terdesaknya oleh waktu ketika melakukan penelitian ini, memberikan buah hasil yang tidak sia-sia. Setelah kurang lebih 6 bulan melakukan penelitian, terhitung dari akhir desember hingga akhir juni, keindahan krisan dapat dirasanakn oleh banyak penikmat nilai estetika alami. Hasil akhir penelitian pun masih bisa dipergunakan, putar otak untuk bisa balik modal penelitian, dijual ke kalangan mahasiswa, dosen dan kalangan umum. Dan hasilnya mereka merasa excited dengan keberadaan krisan yang tumbuh langasung di dataran Bangka. “Alhamdulillah, dari hasil penjualan produk penelitian saya bisa ngembaliin modal yang saya pergunakan, harapan saya dari hasil penlitian ini sebagai modal awal pengalaman untuk saya bisa kembangkan dan budidayakan krisan di Bangka, menjadi pusat produksi krisan dataran rendah, dan semoga saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Bangka khususnya untuk bisa bersama mengembangkan tanaman indah ini. Semoga bisa bermanfaat untuk banyak orang, karena sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberikan kebermanfaatan, dimanapun dan kapanpun, Allahualam.” Tukas Selly mengakhiri perbincangan.
