Pilih Bahasa

Mahasiswa

Kunjungan Mahasiswa Agroteknologi ke Display Padi Desa Rias Bangka Selatan

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi metode pembelajaran juga mengalami perubahan. Tidak hanya sekolah, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga mengalami tranformasi salah satunya yaitu dengan penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU). Indikator Kinerja Utama merupakan performansi perguruan tinggi negeri yang akan menentukan klasifikasi PTN serta dukungan sumberdaya dan anggaran yang akan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjendikti, 2021). Oleh sebab itu setiap PTN berupaya menerapkan IKU tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3/M/2021 telah mengeluarkan keputusan tentang IKU PTN yang terdiri dari delapan Indikator Kinerja Utama. Salah satu indikator kinerja utama yang harus dipenuhi adalah penerapan kelas kolaboratif dan partisipatif yang lebih dikenal dengan IKU 7. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis student center learning (SCL) dengan menerapkan Team Project Base Learning.

Penerapan metode pembelajaran tersebut sudah dilakukan pada Mata Kuliah Ilmu dan Teknologi Benih diawali dengan penyusunan Rencana Pembalajaran (RPS) berbasis project base learning.  Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Agroteknologi semester 5 Universitas Bangka Belitung yang diampu oleh Winda Wahyuni, SP., M.Si dan Dr. Kartika, SP., M.Si. Pada kesempatan ini mahasiswa Agroteknologi melakukan kunjungan Display Padi di Desa Rias Bangka Selatan. Kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa dapat terlibat langsung pada salah satu kegiatan produksi tanaman pangan dan sekaligus melakukan survey terhadap varietas padi yang sudah dibudidayakan di desa tersebut. Desa Rias merupakan salah satu produsen padi yang cukup besar khususnya di Pulau Bangka. Sehingga banyak sekali ilmu yang dapat diambil dari petani desa tersebut. Selain itu dukungan dari pemerintah dalam rangka pengembangan varietas unggul baru dan pelestarian varietas lokal sudah cukup baik.

Kunjungan yang dilakukan juga sangat terkait dengan tema yang diangkat pada kegiatan project base learning yaitu pengujian mutu fisiologis benih lokal Bangka Belitung terhadap beberapa kondisi simpan benih. Dari kunjungan tersebut mahasiswa dapat melakukan proses pemanenan padi sehingga dapat dilanjutkan dengan kegiatan prosesing benih sampai pada penyimpanan dan pengujian mutu benih. Pengujian mutu fisiologis benih dilakukan selama 2 bulan dan pengujian benih dilaksanakan setiap dua minggu sekali. Selama proses pengujian mahasiswa dapat mengambil data daya berkecambah, indeks vigor, potensi tumbuh maksimum dan kecepatan tumbuh. semua data yang diperoleh nantinya akan diolah menggunakan aplikasi statistic. Setelah pengolahan data maka mahasiswa wajib melaporkan hasil project mereka berupa jurnal yang akan dipublikasikan dan video edukatif selama proses pelaksanaan project. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Bangka Belitung melalui Program Hibah Kelas Partisipatif dan Kolaboratif tahun 2023.

Pada kegiatan ini digunakan tiga varietas padi dan dua varietas cabai yang diperoleh dari hasil survey lapang yang masih dibudidayakan di Bangka Belitung diantaranya padi varietas pajajaran, ipari42, ampai merah dan cabai varietas lolay dan bogor. Dari hasil pengamatan yang telah dilaksanakan oleh 7 kelompok diperoleh hasil penyimpanan padi dan cabai pada suhu yang berbeda maka sangat berpengaruh terhadap mutu fisiologis benih. Penyimpanan benih memiliki tujuan bermacam-macam diantaranya yaitu menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik, dan menjaga ketersediaan benih yang berkesinambungan. Dalam proses penyimpanan benih terdapat beberap syarat yang harus dipenuhi agar mutu benih dapat terjaga dengan baik. Selama proses peyimpanan benih biasanya mutu fisiologis benih selalu diamati dengan beberapa parameter pengamatan diantaranya yaitu daya berkecambah benih, indeks vigor benih, potensi tumbuh maksimum benih, kecepatan tumbuh benih dan kadar air benih. Dari kegiatan tersebut mahasiswa dapat memahami prosedur pengujian benih dan menentukan mutu benih selama proses penyimpanan benih.

Salah satu kendala yang dihadapi selama penerapan metode belajar ini adalah kurangnya literasi mahasiswa dalam membahas hasil pengujian benih. Solusi yang diberikan yaitu dengan mengarahkan mahasiswa untuk membaca beberapa artikel ilmiah dan melakukan bimbingan agar penulisan artikel menjadi lebih baik. Dengan penerapan metode belajar mahasiswa dapat lebih mandiri dan terlibat langsung dalam pengerjaan suatu proyek sehingga mahasiswa lebih mahir dan terampil. Metode pembelajaran ini sangat cocok untuk jurusan agroteknologi karena mahasiswa tidak hanya mendapat materi saat perkuliahan tetapi terlibat langsung ke lapangan. Dengan adanya penerapan metode belajar ini jurusan agroteknologi dapat mencapai Indikator Kinerja Utama 7 dan mampu menghasilkan lulusan yang bermutu sehingga mampu berdaya saing didunia kerja.

Komentar