Merawang - Senin, 10 Oktober 2022. Himpunan Mahasiswa Agroteknologi resmi membuka acara Agroteknologi Festifal ke- 5 (Agrofest 5th) di Balai Besar Peradaban (BPP) Universitas Bangka Belitung. Acara ini diawali dengan tari sambut oleh para penari dari UKM Seni UBB dan dilanjutkan pembacaan tilawah oleh Novia Safitri ( Mahasiswi Agroteknologi ) dan sari tilawah oleh Siti Fathonah ( Mahasiswi Agroteknologi ). Pada pembukaan acara ini, disampaikan sambutan oleh Billyan Candra selaku ketua kegiatan Agrofest 5, Ropiul Afkar selaku ketua himpunan agroteknologi, dan Bapak Gigih Ibnu Prayoga S.P., M.P. selaku Ketua Jurusan Agroteknologi. Kegiatan Agrofest ini mengambil tema yaitu “Pemuda dan Kebangkitan Pertanian yang Berdaulat”.
Pada penyambutannya Ketua jurusan agroteknologi menyampaikan salah satu pesan harapan kepada para tamu undangan pembukaan agrofest 5th. Beliau mengatakan “Saya harap dari kegiatan ini dapat meningkatkan minat serta peran pemuda milenial untuk memajukan pertanian berdaulat kedepannya”.
Setelah penyambutan selesai Ketua Jurusan Agroteknologi melakukan pembukaan kegiatan acara Agrofest 5 beserta seminar nasional dengan pemotongan pita secara simbolis yang didampingi ketua kegiatan dan ketua himagro. Setelah acara pembukaan selesai dilanjutkan dengan kegiatan seminar nasional.
Kegiatan seminar nasional agrofest ini dilakukan secara daring dan luring dan di isi oleh narasumber yaitu Ariska, S.A.P. dari Co-founder kelekak id dan Dr. Issukindriansyah, S.P., M.Sc. selaku penyuluh muda dari Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP). Dengan subtema materi setiap narasumber yaitu “menumbuhkan kembangkan petani milenial di daerah Bangka Belitung untuk mendukung ketahanan pangan” oleh Co-fonder kelekak id. dan “Pengoptimalisasian teknologi pertanian menggunakan sumber daya local untuk kemandirian pertanian” oleh penyuluh muda BPTP.
Saat kegiatan seminar dilakukan para peserta kegiatan sangat antusias dan aktif bertanya dalam forum seminar ini. Tamu dan peserta seminar ini berasal dari mahasiswa, alumni, dan dosen agroteknologi. Serta selain itu terdapat juga perwakilan dari ormawa-ormawa UBB.
Hasil kesimpulan dari penyampaian materi semua narasumber adalah peran pemuda milenial sangatlah penting untuk meningkatkan pangan, karena pemuda merupakan agen yang bisa membuat perubahan dengan kita bisa memberi kontribusi dan kebermanfaatan. Selain itu sumber daya lokal sangat mendukung sektor pertanian. Lokal wisdom, dan agroklimat juga menjadi salah satu faktor penting untuk menjadi api penyulut para petani lokal untuk membuat teknologi baru di wilayahnya. Sehingga terciptalah kemandirian pertanian yang membantu para petani dalam memajukan pertaniannya.
Mahasiswa
PEMBUKAAN KEGIATAN AGROFEST 5 HIMPUNAN MAHASISWA AGROTEKNOLOGI FPPB UBB
Komentar
