Merawang UBB – Jurusan Agroteknologi Universitas Bangka Belitung mengadakan kuliah umum dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Agropreneurship Mahasiswa” pada Rabu (29/6/2022).
Kuliah umum digelar di ruangan Balai Besar Peradaban (BBP) Gedung Rektorat Universitas Bangka Belitung. Kuliah ini menghadirkan Narasumber Founder Agropreneur Indonesia, Edi Setiawan, S.P., M.Si dan didampingi oleh Herry Martha Saputra, S.P.,M.Si sebagai moderator. Selain itu, kuliah umum jurusan Agroteknologi dihadiri Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Ketua Jurusan dan Staf Dosen Jurusan Agroteknologi serta dihadiri oleh 40 mahasiswa UBB.
Gigih Ibnu Prayoga, S.P., M.P. selaku ketua jurusan agroteknologi dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan sebagai usaha untuk mengarahkan mahasiswa agar memiliki semangat enterpreneurship khususnya dibidang pertanian.Kuliah umum ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan sesuai amanah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bapak Nadiem Makarim, yaitu mahasiswa harus disiapkan sedini mungkin sehingga ketika mereka lulus bukan hanya sebagai seorang perkerja, tetapi juga ada berbagai profesi lain salah satunya wirausahawan.
Riwan Kusmiadi, STP., M.Si. Sebagai Dekan FPPB Dalam sambutannya sekaligus membuka kuliah umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tepat dilakukan dikalangan mahasiswa Agroteknologi karena semua kegiatan bertani berkaitan dengan ekonomi.“Menumbuhkan jiwa agropreneurship tentunya berkaitan dengan kewirausahaan di bidang pertanian, jadi ada mental – mental yang perlu disiapkan. Oleh karena itu, mari gali bagaimana tips serta langkah – langkah dalam berwirausaha dan tentunya kita harusnya bangga sebagai seorang petani,” ungkapnya.
Edi Setiawan, S.P., M.Si memaparkan bahwa salah satu faktor yang mendorong banyaknya pengangguran di Indonesia yaitu skill yang tidak sesuai dengan kebutuhan. “Semakin banyak pemuda yang terjun ke dunia wirausaha maka semakin banyak pula produktivitas yang dihasilkan,” paparnya.
“Agropreneur merupakan seseorang yang menciptakan sebuah bisnis di sekitar pertanian melalui pengorganisasian sumber daya dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Permasalahan pertanian berupa krisis SDM petani, anomali cuaca, krisis lahan, teknologi, kualitas, akses dan harga, air dan krisis agroekosistem dapat menjadi sumber inspirasi untuk meningkatkan produktivitas salah satunya bercocok tanam dengan sistem tumpang sari,” jelasnya.
Memunculkan seorang agropreneur dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pertanian melalui pendidikan/pelatihan. Dengan cara ini, kapasitas dan eksistensi seseorang dapat meningkat sehingga berpotensi menjadi agropreneur (wirausahawan pertanian). Kegiatan agropreneur dapat dilakukan secara on farm dan off farm. Usaha secara on farm berupa pembibitan, sarana produksi, budidaya, riset & teknologi dan lembaga keuangan sementara off farm bisa berupa pengolahan dan pemasaran hasil pertanian,” ungkapnya.Beberapa tips untuk menjadi Agropreneur diantaranya kenali potensi diri, pahami peluang pasar, cermat menghitung/analisa usaha, adaptif terhadap perubahan, agresif membangun jaringan, dam perkuat keyakinan/religiusitas.
Acara ini dilakukan secara interaktif antara narasumber dan mahasiwa. Salah satu partisipan yang bertanya bernama Dandy dari Jurusan Agroteknologi semester 6.
“Bagaimana cara mengatasi persoalan modal di kalangan agropreneur muda dan mengubah mindset masyarakat yang menganggap bahwa pekerja sebagai pegawai negeri lebih baik dibandingkan wirausaha, kemudian jika usaha yang dilakukan sepi peminat tindakan apa yang harus dilakukan,” katanya. Pertanyaan ini ditanggapi langsung oleh Edi Setiawan.
“Ubah mindset, modal tidak hanya berbentuk uang namun bisa berupa kompetensi, koneksi dan skill. Jika tidak memiliki modal uang maka maksimalkan bentuk lain tadi. Tidak perlu cemas jika seseorang menganggap kita rendah, kita harus bisa memberi contoh sukses agar orang bisa mempercayainya. Ketika sedang menjalankan usaha perhatikan R/C rasionya, jika masih untung maka usaha tersebut boleh dilanjutkan. Namun jika tidak maka beralihlah, banyak jalan menuju kesuksesan,” ungkapnya.
Edi Setiawan memberikan pesan kepada mahasiswa “Jadilah mental pencipta usaha bukan mental pekerja”.
Akhir kata, Edi Setiawan mengatakan bahwa kunci seorang agropreneur adalah kompeten. Dengan adanya kompetensi maka uang akan datang dengan sendirinya.
