Pilih Bahasa

Mahasiswa

STRATEGI MENYIAPKAN PROPOSAL PENELITIAN KOMPETITIF DAN PEMULIAAN TANAMAN

Kampus terpadu UBB – (tanggal 1 dan 2 desember 2021) Jurusan Agroteknologi menerima kedatangan tamu dari Departemen Agroteknologi dan Holtikultura, Fakultas Pertanian, IPB Prof. Dr. Muhammad Syukur, S.P., M.Si dan memberi kuliah umum kepada 25 dosen dan 30 mahsiswa Fakultas Pertanian, Perikanan Dan Biologi UBB dalam tema Strategi Menyiapkan Proposal Penelitian Kompetitif Dan Pemuliaan Tanaman Untuk Kedaulatan Dan Jati Diri Bangsa.

Prof. Dr. Muhammad Syukur, S.P., M.Si memberi pemaparan kepada dosen bahwa kita harus menulis publikasi ilmiah karena produk akhir dari banyak aktivitas ilmiah misalnya penelitian. Menulis publikasi ilmiah merupakan pekerjaan faktanya masyarakat ilmiah di Indonesia masih jarang menulis publikasi ilmiah meskipun masih beberapa orang sudah biasa seperti Akademisi ( Dosen ) sebagai penelitian. Profesor juga membutuhkan publikasi ilmiah sebagai kewajiban khusus. Kata Prof. Dr. Muhammad Syukur, S.P., M.Si standar minimal penilaian karya ilmia adalah uraian singkat tentang kualitas artikel, terbitan, keberagaman akses bukti artikel dalam menyiapkan proposal yang disabut baik oleh para Dosen FPPB UBB.

Dan didepan para mahasiswa Prof. Dr. Muhammad Syukur, S.P., M.Si mengatakan manusia menggunakan feeling memilih apa yang dibudidayakan sudah termasuk kedalam pemuliaan tanaman. kegiatan pemuliaan tanaman diawali oleh penelitian mendel pada tahun 90 – an mengenai pewaris tanaman. Pemuliaan tanaman menjadi sains yaitu ilmu dan seni. Varietas unggul merupakan cerminan karakter dan jati diri bangsa. Sampai saat ini kita masih terusik dengan asosiasi antar varietas bangko, dengan varietas baru milik Indonesia mulai menggeser kualitas luar negeri agar dipercaya dan dapat mensuplai.

Dalam Sesi pertanyaaan dari mahasiswa atas nama M.Hadi Prasetyo apakah ada varietas gandum yang bisa dikembangkan didaerah tropis seperti Indonesia..? Ada perakitkan Varietas gandum sekitar 6 – 9 namun belum untuk medium, masih terbatas karena ditanam di dataran tinopsi sehingga mulai dialihkan ketanaman lain yang memiliki kemiripan dengan gandum. Mahasiswa kedua Sandi apakah bisa dilakukan persilangan/transfer gen agar tanaman padi bisa  ditanam dilahan bekas tambang..? jika ada tanaman yang tahan cekaman dilahan bekas tambang maka harus dicek gen apa yang bisa mengontrol sehingga gen bisa ditranfer apila memang ada gen yang betperan. Mahasiswa ketiga Prada Sari bagaimana cara mmemunculkan ide untuk menulis dan kosisten dalam melakukan penelitian, apabila yang dilakukan jika penelitian tersebut gagal..? Ide muncul karena merenung, menghadapi dan melakukan sesuai jika sudah muncul ide langsung ditulis agar tidak lupa. Pembahas menjadi bagian akhir karena perlu pemikiran dan waktu khusus. Jika hasil penelitian sama atau berbeda dengan peneliti sebelumnya disampaikan. Jika gagal maka ulangan lain yang digunakan, jika ulangan habis maka uji datanya yang diubah ( untuk mahasiswa ). Jika penelitian dosen maka diulang karena kepentingan penelitian.(wahyu)

 

Komentar