Tigamatapena.com - Pangkalpinang, Minggu (18/03/2018) pohon kurma adalah salah satu pohon yang kebanyakan orang menyangka hanya tumbuh di daerah timur tengah saja. Berbeda halnya dengan Kang Ari Prasetya seorang peneliti pohon kurma yang berasal dari Bogor menepis akan hal tersebut. Peneliti asal Bogor ini menyampaikan harapan pohon kurma bisa hidup di manapun terutama di Bangka Belitung saat diadakan kegiatan Workshop Budidaya Kurma, kemarin Minggu (18/032018). Pohon kurma adalah pohon yang bisa hidup kisaran suhu 38 - 40oC. Rata – rata suhu normal yang ada di Indonesia berkisaran 20 - 35oC, hal ini mejadikan Indonesia memiliki potensi untuk budidaya pohon kurma. Adapun program kerja yang akan di laksanakan Kang Ari dengan team Pejuang Kurma Nusantara yang ada di bangka belitung yaitu mewujudkan budidaya pohon kurma.
Niko sebagai ketua pelaksana mengatakan bahwa Program kerja yang ingin dilakukan kedepannya adalah ingin memperbaiki lahan –lahan yang ada di bangka belitung khususnya lahan tidur ( lahan bekas tambang ). Lahan bekas tambang diharapkan dapat dilaksanakan reklamasi lahan bekas tambang dengan menanam pohon kurma. Ketua pelaksana juga menambahkan “apabila tanaman itu sudah tumbuh dan berbuah, mainset masyarakat akan mengalih dari altifitas penambangan ke penanaman pohon kurma mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
Niko dan rekan-rekan Pejuang Kurma Nusantara juga akan melaksanakan perbanyakan bibit kurma dengan perbanyakan melalui biji di Bangka dengan minimnya masyarakat yang menanam pohon kurma. Program kerja yang memang sudah di jalankan oleh BPK ( Berkat Pohon Kurma ) dimana khusus-nya di bangka setiap masjid akan di tanam 10 pohon kurma dan untuk kedepannya lagi setiap rumah di harapkan mempunyai 1 pohon kurma.
“Tujuan penanaman kurma yaitu 1 rumah minimal 1 pohon kurma yang dimana nantinya untuk mengantisipasi isu-isu global warming dan kurma adalah salah satu pohon yang bisa bertahan di saat kondisi suhu di bumi tinggi” tutur Kang Ari. Program kerja tersebut juga melibatkan tim akademisi seperti mahasiwa Agroteknologi UBB (Universitas Bnagka Belitung). “penarikan minat mahasiswa Agroteknologi yang ada di UBB diharapkan nantinya kita akan langsung turun ke lapangan yaitu ke lahan bekas tambang yang ada di sekitaran Bangka untuk melaksanakn teknik penanaman budidaya kurma” harap Jendral Pejuang Kurma Nusantara ini.
“Mahasiswa Agroteknologi khususnya yang ada di Bangka Belitung diharapkan mahasiswa bisa membuat trobosan - trobosan baru baik dari segi pembibitan tanaman kurma itu sendiri, cara budidaya, dan bisa menghasilkan varietas baru khususnya kurma” harap ketua pelasana dengan semangat.(SI)
