artikel lengkap |
 
   
 
Masuk Halaman Artikel Agroteknologi
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

Potret Ekonomi Babel


Ada sesuatu yang perlu kita cermati tatkala mengamati catatan perjalanan kondisi ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam beberapa tahun terakhir ini. Kita seringkali terlalu bangga dengan capaian kinerja indikator ekonomi makro, misalnya persentase jumlah penduduk miskin yang hanya tinggal 6,51 persen pada tahun 2010, angka persentase yang menempatkan provinsi ini pada posisi peringkat 4 sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskinnya paling sedikit di Indonesia. Angka tersebut semakin menurun lagi pada tahun 2011, dimana persentase penduduk miskin di Babel berada pada kisaran 5 persen. Angka pada kisaran 5 persen ini tetap bertahan pada tahun 2012.

Keberhasilan menurunkan jumlah persentase penduduk miskin memang berbanding lurus dengan laju pertumbuhan ekonomi. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi Babel tahun 2011 menunjukkan kinerja pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan 2010, dimana pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung sebesar 6,4 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 hanya sebesar 5,9 persen. Pada triwulan IV tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Babel masih tetap bisa bertahan pada kisaran 6,1 persen. Salah satu faktor penyebab meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada tiga tahun terakhir adalah meningkatnya tingkat penanaman modal baik itu yang merupakan penananaman Modal Dalam Negeri maupun Penanaman Modal Asing.

Ada beberapa hal yang perlu kita sikapi dari catatan beberapa indikator makro ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. Yang pertama kita tidak boleh menerima data jumlah penduduk miskin di Babel secara mentah-mentah. Kita harus mengamati secara cermat kapan survei tersebut dilakukan, apakah survei tersebut dilakukan pada saat harga timah dalam kondisi yang tinggi atau tidak. Jika hal tersebut dilakukan dalam kondisi harga timah dalam keadaan tinggi maka kita harus mewaspadai data tersebut, karena tidak tertutup kemungkinan hal sebaliknya akan terjadi jika survei dilakukan pada saat kondisi harga timah dalam posisi yang rendah.

Ekonomi Babel Pada Tahun 2013


Saat ini kita telah berada pada Triwulan kedua di tahun 2013, dalam 5 bulan pertama ini, kalau kita amati belum terlihat ada langkah kongkrit yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam upaya menggenjot perekonomian Babel pada tahun ular ini. Penguasa daerah ini terlalu disibukkan dengan hingar bingar pelaksanaan Pemilukada di Tiga Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung, dan Kota Pangkalpinang, yang tentunya banyak menguras energi, tenaga, pikiran maupun dana. Berita yang muncul di permukaanpun kerapkali menyajikan tentang kegagalan beberapa proyek pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya, seperti belum tuntasnya proyek “prestise” jembatan Batu Rusa II, dan tidak kunjung beroperasinya Rumah Sakit Umum Provinsi “Bung Karno”, yang menurut banyak kalangan merupakan proyek tanpa kajian dan perencanaan yang matang. Informasi tentang sakitnya orang nomor satu di Provinsi ini juga diperkirakan turut menambah semakin beratnya langkah perekonomian provinsi kepulauan ini pada bulan-bulan mendatang.

Sudah kita maklumi bahwa provinsi ini rentan terhadap pengaruh faktor eksternal, hal ini disebabkan produk-produk yang kita hasilkan merupakan produk-produk eksport, seperti Timah, Kelapa sawit, Karet, maupun produk-produk hasil Perikanan laut. Keadaan sebaliknya terjadi, dimana sebagian besar kebutuhan masyarakat harus di datangkan dari luar provinsi, baik itu produk-produk kebutuhan pokok, maupun kebutuhan sekunder dan tersier. Sebagai provinsi kepulauan yang dikelilingi oleh laut, faktor cuaca dan kondisi sarana dan prasarana transportasi akan berpengaruh secara signifikan terhadap laju perkembangan perekonomian.

Memasuki Bulan Mei ini, masyarakat dihantui lagi dengan adanya rencana kenaikan BBM, dengan alasan untuk mengurangi subsidi dalam rangka mengamankan APBN agar pembangunan nasional dapat tetap berjalan. Dilihat dari sudut pandang ekonomi, langkah yang diambil pemerintah mungkin ada benarnya, tapi masalahnya sekarang sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih berada dalam himpitan kesulitan ekonomi. Kenaikan harga BBM tersebut selanjutnya akan menimbulkan efek spiral, yaitu kenaikan harga semua barang dan jasa yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya inflasi. Dalam beberapa bulan terakhir ini inflasi yang terjadi di Babel merupakan salah satu inflasi yang tertinggi di Indonesia. Rencana kenaikan BBM yang hampir berbarengan dengan masuknya bulan suci ramadhan akan membuat penderitaan masyarakat akan semakin berkepanjangan.

Jelasnya, dampak ekonomi dari kenaikan harga BBM, adalah akan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan, yang disebabkan oleh semakin meningkatnya tingkat pengangguran, yang selanjutnya akan berakibat tingginya angka anak putus sekolah dan menimbulkan permasalahan dalam bidang kesehatan, bahkan lebih jauhnya adalah akan semakin meningkatnya tingkat kriminalitas.
Dengan kondisi seperti ini harusnya Pemerintah Daerah tidak tinggal diam, jangan hanya disibukkan dengan urusan partai dan hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kelompoknya, langkah-langkah antisipasi sudah harus disiapkan dan dilakukan. Tanpa adanya gebrakan atau langkah-langkah terobosan dalam upaya mempertahankan atau bahkan meningkatkan laju perekonomian, maka perjalanan dalam memasuki semester kedua di tahun 2013 ini akan semakin berat, yang pada akhirnya tujuan pemerintah untuk dapat mensejahterakan masyarakatnya akan sulit dapat tercapai.

Telah diterbitkan pada Opini Harian Bangka Pos tanggal 13 Mei 2013




Penulis : Nizwan Zukhri


Ka. LPPM dan Dosen Fakultas Ekonomi UBB



Dikirim oleh Nizwan Zukhri
Tanggal 2013-05-14
Jam 15:56:47



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :
 
 
       

 

 

 

 

 

 

Kembali ke Homepage Website Program Studi Agroteknologi FPPB Universitas Bangka Belitung Homepage Agroteknologi
Masuk Halaman Artikel Agroteknologi
Masuk Halaman Berita Agroteknologi