artikel lengkap |
 
   
 
Masuk Halaman Artikel Agroteknologi
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL


Usai sudah hiruk pikuk Pilgub Babel 2012, setelah MK memutuskan menolak seluruh gugatan pemohon yang diajukan pasangan YY, Zaman dan Hajar. Meskipun Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum para pemohon menilai pertimbangan hukum keputusan MK kali ini nampak sederhana, keputusan tersebut harus diterima karena bersifat final dan mengikat. Tidak ada lagi upaya hukum yang dapat ditempuh.

Gubernur Bersama


Pasca putusan MK tersebut, pasangan Eko Maulana Ali dan Rustam Effendi tinggal menunggu hari pelantikan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Babel untuk lima tahun kedepan. Artinya, meskipun hanya memperoleh 169.790 suara atau 33,2 persen, pasangan ini adalah gubernur seluruh masyarakat Babel yang tersebar di 7 kabupaten/kota, termasuk pula gubernur para golput. Hal ini harus disadari dan dipahami bersama oleh EkoTrus, maupun tiga pasangan yang kalah, serta masyarakat. Jangan sampai ada sisa-sisa ketidakpuasan terhadap putusan MK.

Bagi EkoTrus, sebagai Gubernur dan Wagub tentunya tidak hanya milik para pemilihnya, atau partai pendukungnya, namun juga milik 66,8 persen yang tidak memilihnya dan golput. Sehingga sebagai pejabat publik yang sejatinya melayani masyarakat dan bukan minta dilayani, maka 100 % masyarakat Babel tersebut harus dilayani dan disejahterakan, sebagaimana kampanye pasangan ini "Melanjutkan Kesejahteraan Bangka Belitung". Jadi jangan ada keistimewaan pembangunan pada daerah, golongan, masyarakat atau orang tertentu berdasarkan pendukung dan kantong-kantong pemilihnya. Namun pembangunan harus dilakukan secara merata, sesuai potensi dan sumber daya yang tersedia.

Jangan pula ada cerita rotasi jabatan sampai non job pejabat yang tidak didasarkan pada kemampuan, kompetensi dan prestasi, namun hanya karena dinilai tidak mendukung. PNS seharusnya ada pada posisi netral, sehingga ketika ada rotasi dan non job yang lebih cenderung karena punishment politik, maka logikanya pemenang pun telah mengakui bahwa pejabat baru dalam jajarannya merupakan pendukungnya dan ini jelas menyimpangi kenetralan PNS.

Legowo


Sementara bagi para pasangan calon yang kalah, hak konstitusional yang sudah ditempuh di MK kiranya dapat menerima keputusan MK dengan legowo, bijak dan lapang dada. Para cagub dan cawagub yang juga merupakan kepala daerah tentunya tidak lagi galau dan kembali bekerja untuk daerahnya masing-masing. Jangan ada kemunduran dalam pembangunan, apalagi terhadap pelayanan publik. Begitupula dalam mendukung pembangunan provinsi. Ketidakharmonisan yang sering mengemuka antara Bupati/Walikota dengan Gubernur selama ini kiranya tidak semakin tajam pasca kemenangan incumbent.

Sebaliknya koordinasi harus semakin harmonis dan optimal, karena dengan membangun kabupaten atau kota juga merupakan bagian penting dari pembangunan provinsi. Namun jika tetap tidak harmonis, maka kesan sakit hati dan tidak siap kalah akan semakin nampak.

Kelegowoan para pasangan calon yang kalah tentu saja tidak cukup. Sikap kelegowoan dan siap kalah juga harus dimiliki oleh para timses dan masyarakat pendukung agar tidak terjadi konflik horizontal. Semua tahapan pilkada sudah selesai, bahkan melalui MK. Maka Gubernur dan Wagub terpilih harus didukung oleh semua pihak, termasuk yang kalah. EkoTrus juga harus bersifat terbuka dengan masukan, kritikan dan pemikiran yang mungkin datang dari lawannya dalam pilkada kemarin. Bahkan sangat dimungkinkan dan sangat bijak jika EkoTrus kemudian memasukkan program-program yang pernah dikampanyekan YY, Zaman dan Hajar, apabila memang program tersebut dapat memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Babel. Jadi sekali lagi, kini saatnya tutup buku pilgub dan semua kembali mulai bekerja untuk kemajuan Babel.

Kesetaraan


Isu kesetaraan pembangunan antara Bangka dan Belitung juga sempat menjadi isu politik dalam pilgub. Dampak dari isu kesetaraan tersebut, isu gubernur harus berasal dari Belitung pun muncul. Hal ini semakin terlihat ketika pasangan YY menang di 2 kabupaten di Pulau Belitung. Tuntutan akan kesetaraan pembangunan dan kemenangan YY di Belitung kiranya menjadi catatan penting bagi EkoTrus dalam 5 tahun jabatannya. Wagub yang berasal dari Belitung harus secara intens menjebatani aspirasi tersebut melalui berbagai program pembangunan yang strategis, sehingga isu ketimpangan pembangunan antar kedua pulau besar ini dapat diakhiri dan tidak menjadi isu politik yang akan muncul lagi pada Pilgub berikutnya.

Akhirnya, marilah semuanya bersatu dan fokus pada pembangunan Babel yang lebih baik. Kepada EkoTrus selamat bekerja setelah dilantik nanti dan masyarakat menunggu janji kampanyenya. Begitupula pasangan yang kalah untuk legowo dan kembali bekerja memimpin daerahnya. Kepada Pak Yusron, Hudarni dan Justiar tentunya masyarakat berharap tetap dapat memberikan kontribusinya bagi kemajuan Babel.

Opini Bangkapos, 4 April 2012






Penulis : Dwi Haryadi
Dosen FH UBB dan Peneliti Ilalang Institute





Dikirim oleh Dwi Haryadi
Tanggal 2012-04-24
Jam 21:37:20



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :
 
 
       

 

 

 

 

 

 

Kembali ke Homepage Website Program Studi Agroteknologi FPPB Universitas Bangka Belitung Homepage Agroteknologi
Masuk Halaman Artikel Agroteknologi
Masuk Halaman Berita Agroteknologi