artikel lengkap |
 
   
 
Masuk Halaman Artikel Agroteknologi
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

Bukan Berarti Sudah Sejahtera


Maraknya demonstrasi buruh saat Hari Buruh untuk menuntut kesejahteraan saja, namun berkaitan dengan hak-hak yang belum sepenuhnya diterima oleh para buruh ditanah air pada umumnya.

Jika peraturan pemerintah itu dilaksanakan tidak akan terjadi di gejolak kaum buruh. Namun pada implementasinya jika dilaksanakan ini akan banyak merugikan perusahaan, seperti untuk karyawan kontrak harusnya Cuma dua tahun namun kenyataannya diperpanjang terus tanpa kejelasan. Ada saat-saat kondisi dimana buruh tidak bisa berbuat banyak misalnya yang sudah berumur 35 tahun mereka ini kan sudah tidak bisa lagi bisa leluasa cari pekerjaan baru, nah makanya kemudian terciptalah gejolak yang membuat buruh turun ke jalan.

Dalam hal ini pemerintah kurang tegas menegakkan peraturan, malah lebih condong memihak ke perusahaan. Sementara kebutuhan makin hari makin meningkat, ada perusahaan yang nakal kemudian mengorbankan buruh dalam mendapatkan kesejahteraannya.

Di Bangka Belitung jarang terjadi buruh demonstrasi menuntut hak-haknya. Kondisi ini bukan berarti buruh di Bangka Belitung sudah sejahtera walaupun upah minimalnya lumayan besar. Kondisi ini lebih didukung oleh filosofi dak kawa nyusah.

Filosofi dak kawa nyusah ini ada positif dan negatifnya, positifnya ya adem ayem ini tidak ada gejolak, sementara negatifnya tidak diketahui ada masalah apa. Tingkat pendidikan kaum buruh juga ikut mempengaruhi kenapa di Babel ini tidak ada gejolak, rata-rata buruh disini tingkat pendidikannya SMA/SMK.

Disamping itu jumlah buruh yang tidak sebanyak di daerah lain ikut mempengaruhi kondisi ini.

Kalau di Jakarta kan banyak sekali buruhnya pabrik-pabrik banyak di sana, di Batam banyak buruh tapi tetap aman, hak-hak buruh terpenuhi di beberapa tempat.

Di Babel, pihak perusahaan juga harus mengakomodir hak-hak buruh, seperti kesehatan, jaminan kecelakaan dan lainnya. Kalau memang sudah menjadi perjanjian saat mereka masuk kerja hak-hak seperti jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan dan lainnya harus dipenuhi.

UMR saat ini baru sebatas untuk memenuhi kebutuhan hidup belum bisa untuk merubah kondisi. Intinya kalau perusahaan tidak mampu sejahterakan buruh ya jangan pakai buruh.

New Analysis Bapos, Rabu (02/05)




Penulis : Sarpin, S.Sos. MPA
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB





Dikirim oleh Sarpin, S.Sos. MPA
Tanggal 2012-05-02
Jam 18:16:46



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :
 
 
       

 

 

 

 

 

 

Kembali ke Homepage Website Program Studi Agroteknologi FPPB Universitas Bangka Belitung Homepage Agroteknologi
Masuk Halaman Artikel Agroteknologi
Masuk Halaman Berita Agroteknologi